Eggi Sudjana ‘Mendadak’ Umroh

Jakarta-  Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Polri tengah mendalami siapa yang terlibat dalam sindikat penyebar hoax dan SARA di media sosial Saracen.

Meski pelaku membantah menerima bayaran, polisi akan mengusut para pelaku, juga para pemesan ujaran kebencian dan fitnah yang dilakukan kelompok Saracen.

“Saracen akan kita proses. Tim sudah (melakukan) paparan dan sudah saya perintahkan untuk mengungkap jaringan ini. Siapa pun yang terlibat, selama ada bukti fakta-fakta hukum, ada Undang-Undang ITE, Undang-Undang TPPU, akan kita terapkan,” ujar Tito di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu, 27 Agustus.

Polri telah menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan untuk menelusuri aliran keuangan dalam kasus tersebut. Selain itu, ada beberapa akun penyebar hoax yang sedang ditelusuri. “Ada beberapa akun (hoax) dan akan kita kembangkan, akan kita telusuri,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Tito meminta pihak-pihak yang dipanggil terkait Saracen tak mangkir saat dilakukan pemanggilan. Termasuk jika ada seorang advokat yang diminta hadir untuk dimintai keterangan. Polisi memang mempunyai nota kesepahaman dengan advokat untuk pemanggilan dalam masalah-masalah tertentu.

“Seandainya di luar itu, semua sama, memiliki posisi sama di mata hukum. Kalau menolak panggilan, ya sama saja, panggilan kedua. Menolak juga, tidak mau tanda tangan, kita bisa hadir dan datang membawa secara paksa,” ujar Tito.

Entah ada kaitannya tidak, keesokan hari Senin (28/8) Kuasa Hukum Eggi Sudjana, Razman Nasution mengatakan, Eggi kini sedang berada di Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah haji. Razman mengatakan, kliennya siap untuk diperiksa bila polisi membutuhkan keterangan Eggi.

“Saya pastikan dia (Eggi Sudjana) akan pulang, dia bukan Habib Rizieq yang tak pulang lagi,” kata Razman di Gedung Bareskrim Polri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat,

Razman menyebut, Eggi juga akan bersikap kooperatif dan tak akan mangkir dalam pemeriksaan.

“Tidak, yang mengatakan Abang (Eggi) tidak mau datang itu tidak benar, cuma saat ini Abang sedang melaksanakan ibadah haji, jadi tidak bisa datang, tapi nanti kalau sudah waktunya dia akan hadir,” kata dia.

Kata Razman, ada sejumlah orang yang dilaporkan karena menuduh Eggi tergabung dalam media Saracen diantaranya, Jasriadi ketua sindikat Saracen, Ulin Yusron, Sunny Tanuwidjaya, Deddy Mawardi, dan Rizal Kobar.

Seperti sudah santer sebelumnya, Bareskrim telah menangkap pengelola grup Saracen yang diduga menyebarkan ujaran kebencian. Mereka dijerat dengan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Sindikat pengelola grup Saracen memasang tarif puluhan juta bagi pihak-pihak yang ingin memesan konten ujaran kebencian dan bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)

Dalam situs Saracen News, nama advokat Eggi Sudjana ada dalam struktur sebagai dewan penasehat, meski Eggi menyebutnya sebagai fitnah. (Dw/Ak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *